Penyakit Pada Lele dan Cara Mengatasi Penyakit Pada Hewan Lele

Penyakit Pada Lele dan Cara Mengatasi Penyakit Pada Hewan Lele

Usaha budidaya ikan lele sudah sangat familiar di masyarakat tanah air. Hal tersebut berdasarkan tingkat permintaan yang sangat besar terhadap ikan lele. Harga ikan lele perkilogramnya yang cukup stabil membuat banyak peternak lele memilih menggeluti usaha ini. Apalagi pada musim tertentu lele mengalami kekosongan. Hal tersebut membuat harga lele perkg melambung tinggi. 

Salah satu penyebab terjadinya kelangkaan ikan lele adalah pasokan lele yang terbatas sedangkan permintaan yang sangat besar tak sebanding dengan jumlah peternak lele yang terbatas dalam jumlah pasokan lele. Apalagi sebagian peternak lele mengalami kegagalan dalam masa panen lele. Salah satu penyebabnya adalah ketidak mampuan  dalam mengatasi penyakit pada lele.

Berbagai Penyakit Pada Lele dan Cara Mengatasi Penyakit Pada Hewan Lele 

Berikut ini berbagai penyakit pada lele dan cara mengatasi penyakit pada hewan ternak lele, antara lain:

1.Ragged Tail Fin

Salah satu penyakit pada hewan lele adalah Ragged Tail Fin. Hal ini ditandai dengan ikan lele yang mengalami penurunan fungsi ekor. Warna ekor lele menjadi pudar dan tak beraturan lagi khususnya pada bagian sirip lele.

Di kalangan peternak lele sering dinamakan penyakit sirip progresif. Yang menjadi pemicunya adalah bakteri infeksi yang mematikan.  Bakteri tersebut muncul pada saat ikan lele berada pada akuarium dengan situasi lingkungan yang jelek dan mengalami gangguan dari ikan lele yang lainnya hingga terluka.

Untuk mengatasi penyakit Ragged Tail Fin maka sebaiknya lakukan pemindahan ikan lele yang sakit tersebut  pada kolam ikan lain yang telah dilakukan pensterilan memakai caporite.

2.Ikan Lele mengalami penyakit jamur

Hal berikutnya yang bisa diderita oleh lele adalah sakit jamur. Hal ini terlihat dari lele yang mengalami perubahan warna pada sebagian tubuhnya menjadi berwarna putih dan abu-abu terutama di bagian sirip dan kulit. 

Penyakit jamur yang diderita lele bagaikan tanaman kapas yang melekat kuat pada tubuh lele. Hal ini tentu saja sangat berbahaya karena dapat membuat lele mengalami  penurunan daya tahan tubuh dan gangguan kesehatan hingga mengalami kematian secara pelan-pelan. 

Untuk mengatasi penyakit jamur pada hewan lele maka langkah yang bisa diambil dengan melakukan proses karantina pada lele yang mengidap penyakit jamur. Hal tersebut agar tidak menularkan pada ikan lele yang lain. Ikan lele yang terkena penyakit jamur dimasukkan pada kolam khusus yang telah disterilkan. 

3.Penyakit infeksi cacing

Penyakit pada lele lain adalah penyakit infeksi cacing. Hal ini biasanya disebabkan oleh sangat padatnya jumlah lele pada satu kolam, buruknya kualitas  air kolam dan lain-lain yang membuat lele mengalami stres. Untuk mengatasi penyakit ini maka ciptakanlah kondisi ikan lele tidak mengalami yang namanya stres. Stres menjadi pemicu utama penyakit infeksi cacing pada lele. 

4.Gill Flukes

Penyakit pada lele yang cukup populer adalah penyakit Gill Flukes. Penyakit ini akan menyerang pada bagian kulit dan insang lele hingga terjadinya infeksi.  Yang menjadi pemicu penyakit ini yaitu situasi lingkungan yang sangat buruk dan tak memenuhi syarat bagi lele untuk berkembang biak. 

Misalkan kepadatan ikan lele yang sangat tinggi  dibandingkan dengan luas kolam ataupun kualitas air kolam yang sangat jelek. Hingga ikan lele mengalami stres. Cara mengatasinya adalah dengan menempatkan lele pada kolam yang mencukupi dan tak terlalu banyak lele di dalam kolam serta kebersihan air dari bakteri penyakit terjaga dengan baik.

 

You May Also Like

About the Author: Garnis Candra P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *